Example floating
Berita

Jaga Ekosistem Perairan, Karantina Sulawesi Tengah Pantau Ikan Asing Invasif di Danau Bolano Sau

×

Jaga Ekosistem Perairan, Karantina Sulawesi Tengah Pantau Ikan Asing Invasif di Danau Bolano Sau

Sebarkan artikel ini

Faktual.net,Parigi Moutong,SulTeng – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah melaksanakan pemantauan Jenis Asing Invasif (JAI) di perairan umum darat (PUD) Danau Bolano Sau, Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong pada Rabu 14 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan ikan asing yang berpotensi invasif, mengetahui kondisi lingkungan perairan, serta mendata jenis ikan asli yang masih ada di danau tersebut.

Ketua Tim Kerja Karantina Ikan , Suardi mengungkapkan Pemantauan JAI menjadi langkah penting dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan, Keberadaan ikan asing invasif berpotensi mengancam kelestarian ikan lokal melalui predasi atau pemangsaan, persaingan dalam memperoleh makanan dan habitat, serta gangguan terhadap keseimbangan ekosistem perairan.

Lanjut Suardi, menjelaskan bahwa kegiatan lapangan dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari penentuan titik pengambilan sampel, pengukuran kualitas air, pemasangan alat tangkap ikan, hingga identifikasi jenis ikan yang ditemukan. Tim juga mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan masyarakat yang tinggal di sekitar danau untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi perairan dan keberadaan berbagai jenis ikan.

“Pemantauan ini tidak hanya berfokus pada identifikasi jenis ikan yang ditemukan, tetapi juga pada pengumpulan data kondisi perairan dan informasi dari masyarakat. Data tersebut menjadi bagian penting untuk memahami komposisi jenis ikan serta potensi ancaman terhadap ekosistem Danau Bolano Sau,” ungkap Suardi 

Danau Bolano Sau memiliki luas sekitar 88 hektare dengan karakteristik perairan yang dikelilingi vegetasi hutan rumbia dan memiliki kedalaman hingga puluhan meter. Kondisi tersebut menjadikan danau ini sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan sekaligus sumber mata pencaharian bagi puluhan warga di sekitarnya yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan penangkapan ikan.

Baca Juga :  Pembangunan KDKMP Borong Kopi Capai 86,55%, Fasilitas Kesehatan hingga Gudang Mulai Terbentuk

Berdasarkan hasil pemantauan awal di tiga titik pengambilan sampel, tim menemukan sejumlah jenis ikan, antara lain mujair, gabus, sepat, betok, tambakan, nila, buboso, dan bonti. Dari hasil tangkapan tersebut, ikan mujair, nila, dan buboso menjadi jenis yang paling dominan ditemukan.

Hasil identifikasi awal ini selanjutnya menjadi bahan untuk pendalaman dan analisis lebih lanjut guna mengetahui status jenis ikan yang ditemukan, termasuk potensi keberadaan spesies asing invasif di Danau Bolano Sau.

Secara terpisah, Kepala Karantina Sulawesi Tengah, Alfian, menyampaikan bahwa pemantauan JAI merupakan bagian dari upaya memperoleh data dan informasi mengenai keberadaan serta sebaran jenis ikan asing yang berpotensi invasif di wilayah Sulawesi Tengah.

“Data hasil pemantauan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan pengelolaan sumber daya perikanan, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong dan Danau Bolano Sau. Dengan informasi yang lebih akurat, upaya pencegahan dan pengendalian potensi ancaman ikan asing invasif dapat dilakukan secara lebih terarah,” ujar Alfian.

Pelaksanaan pemantauan ini melibatkan Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, penyuluh perikanan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antarpemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian sumber daya ikan dan ekosistem perairan.

Melalui kegiatan ini, Karantina Sulawesi Tengah berharap tersedianya data yang dapat mendukung pengelolaan perikanan secara berkelanjutan, sehingga kelestarian ekosistem Danau Bolano Sau tetap terjaga dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Reporter : Handri

Tanggapi Berita Ini