Faktual.net, Gowa, Sulawesi Selatan – Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantre hingga puluhan kilometer untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 74.92101, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Antrean panjang tersebut disebut telah terjadi kurang lebih selama satu minggu terakhir. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi secara serentak di sejumlah SPBU di Kabupaten Gowa serta beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan.
Situasi ini membuat masyarakat harus meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk memperoleh BBM. Bahkan, antrean kendaraan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar lokasi SPBU.
Salah seorang warga, Fauzy Alhabsy, mengaku telah mengantre lebih dari dua jam untuk mendapatkan BBM.
“Saya sudah kurang lebih dua jam lebih mengantre untuk mendapatkan BBM. Kondisi seperti ini sangat menyulitkan masyarakat, apalagi bagi warga yang setiap hari membutuhkan kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah,” ujar Fauzy saat ditemui di lokasi.
Fauzy berharap pemerintah pusat segera turun tangan melihat persoalan tersebut. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan distribusi BBM, pelayanan SPBU, hingga kinerja manajemen Pertamina di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami berharap pemerintah pusat memperhatikan kondisi ini. Kalau perlu, evaluasi SPBU dan manajer Pertamina Sulsel. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat pelayanan dan distribusi BBM yang tidak jelas,” tegasnya.
Kelangkaan maupun antrean panjang BBM bukan sekadar persoalan warga terlambat bekerja atau aktivitas ekonomi yang terganggu. Pemerintah dan pihak terkait dinilai tidak boleh hanya berdiam diri ketika masyarakat dipaksa menghabiskan waktu berjam-jam di jalan demi mendapatkan kebutuhan pokok kendaraan.
Masyarakat menilai negara harus hadir memastikan stok, distribusi, dan pelayanan BBM berjalan normal. Jangan sampai rakyat kecil yang memakai motor untuk bekerja, mengantar anak sekolah, berdagang, dan menjalankan usaha justru menjadi pihak yang paling menderita akibat persoalan distribusi yang berulang.
Faktual.net masih membuka ruang klarifikasi dari pengelola SPBU 74.92101, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta pemerintah daerah terkait penyebab antrean dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Reporter : Saenal Abidin D’Rate














