Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Para Pejuang Keturunan Tionghoa Indonesia: Namanya Dilupakan atau Sengaja Dihapus dari Buku Sejarah Indonesia ?

×

Para Pejuang Keturunan Tionghoa Indonesia: Namanya Dilupakan atau Sengaja Dihapus dari Buku Sejarah Indonesia ?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th. Ketua Majelis Pertimbangan PGLII

Faktual.Net – Jakarta Selatan, Rabu, 19 Agustus 2026 – Empat orang keturunan Tionghoa Indonesia yang namanya masuk ke dalam keanggotaan BPUPKI adalah Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oei Tjong Hauw, dan Tan Eng Hoa. Sementara satu‑satunya tokoh keturunan Tionghoa yang menjadi anggota PPKI ialah Yap Tjwan Bing, yang memberikan kontribusi sangat besar dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Begitu pula ketika Bung Karno (Ir. Soekarno) beserta Bung Hatta (Mohammad Hatta) dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, pada 16 Agustus 1945 oleh para tokoh golongan muda Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh dengan maksud agar keduanya segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu hasil sidang PPKI, ternyata rumah yang digunakan untuk membahas hal tersebut adalah milik Djiauw Kie Siong, seorang warga keturunan Tionghoa.

Terjadi kesepakatan antara Bung Karno, Bung Hatta, dan para pemuda: kemerdekaan harus diproklamasikan tepat pada 17 Agustus 1945.

Maka pada malam 16 Agustus, Bung Karno dan Bung Hatta berangkat menuju kediaman Laksamana Tadashi Maeda di kawasan Menteng di mana juga disampaikan keberatan dari wilayah Indonesia Timur terkait Piagam Jakarta, mengingat wilayah tersebut saat itu berada di bawah penguasaan angkatan laut Jepang atau Kaigun. Di sana, pukul 03.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945, naskah Proklamasi ditulis oleh Bung Karno, dan baru pukul 10.00 WIB dibacakan secara resmi kepada seluruh rakyat Indonesia.

Rahim kemerdekaan Indonesia lahir dari rumah Djiauw Kie Siong.

Namun nama‑nama yang disebutkan di atas bukan saja nyaris tak dikenal masyarakat luas, kini perlahan‑lahan lenyap pula dari buku‑buku sejarah persiapan kemerdekaan bangsa ini. Apakah sekadar terlupakan atau justru sengaja dihapus?

Baca Juga :  Safari Subuh Kamtibmas Kapolresta Gowa Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Keamanan

Masih banyak lagi catatan peran orang keturunan Tionghoa Indonesia yang turut berjuang dalam pergerakan nasional dan kemerdekaan, antara lain: Laksamana Muda TNI John Lee (yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional); tokoh pendidikan besar Phoa Keng Hek; serta pejuang bersenjata Pei Tjoe Tat dan Lie Tjeng Tjoan hanyalah sebagian kecil dari deretan pejuang yang turut mengangkat senjata demi kemerdekaan Indonesia.

Apabila kita berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), di bagian sejarah yang khusus menampilkan pejuang keturunan Tionghoa, terlihat jelas deretan nama‑nama yang jasanya luar biasa besar dalam mengantar dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Bukan hanya para pejuang yang sering disebut “pejuang tanpa nama”, melainkan para pejuang keturunan Tionghoa pun namanya semakin lama semakin sengaja maupun tidak hilang dari catatan halaman sejarah bangsa.

Karena itu, gereja‑gereja dan lembaga‑lembaga Kristen sangat perlu terus menyuarakan kebenaran ini melalui seminar, tulisan, maupun media sosial: bahwa Indonesia merdeka tidak diperjuangkan oleh satu golongan, satu agama, atau satu suku saja melainkan oleh semua golongan, termasuk para pejuang keturunan Tionghoa Indonesia. Inilah juga yang menjadi inti seruan Bung Karno mengenai semangat “Nation Building” membangun bangsa yang merangkul seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Salam Injili!

Red

Tanggapi Berita Ini