faktual.net, Kendari, Sultra – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menorehkan capaian penting di bidang akademik dengan mengukuhkan delapan dosen sebagai Guru Besar dalam Rapat Senat Luar Biasa yang digelar di Gedung Auditorium Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari, Rabu (29/7/2026).
Prosesi pengukuhan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu berlangsung khidmat dan dihadiri sivitas akademika, tamu undangan, perwakilan pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.
Delapan akademisi yang resmi menyandang jabatan akademik tertinggi tersebut yakni:
Ir. La Ode Muhammad Yasir Haya, ST., M.Si., Ph.D.
Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si.
Dr. Syamsul Alam, M.Si.
Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, ST., MT.
Dr. Ir. Hj. Rosmarliniasiah, MP.
Dr. Drs. Kodirun, M.Pd.
Dr. Ir. Edward Ngii, ST., MT.
Dr. Muhammad Rusli, M.Kes.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi dan kehadiran para undangan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hening Cipta, Hymne Universitas Halu Oleo, serta pembacaan doa.
Sidang kemudian dibuka oleh Ketua Senat UHO yang selanjutnya menyerahkan palu sidang kepada Rektor untuk memimpin prosesi pengukuhan. Agenda dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang pengangkatan Guru Besar, pembacaan riwayat hidup para guru besar, serta penyampaian pidato ilmiah dari masing-masing akademisi.
Prosesi pengukuhan secara resmi dilaksanakan pada pukul 11.00 WITA, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Guru Besar, sambutan Rektor, penyerahan kembali palu sidang kepada Ketua Senat, hingga penutupan rapat senat luar biasa.
Kepala Humas Universitas Halu Oleo, Maulid, S.Sos., M.Si., mengatakan bertambahnya delapan Guru Besar menjadi kebanggaan sekaligus penguatan kapasitas akademik UHO dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Pengukuhan Guru Besar ini merupakan momentum penting bagi Universitas Halu Oleo untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran para Guru Besar diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat budaya akademik, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Maulid.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut juga menjadi bukti komitmen UHO dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang.
“Semoga dengan bertambahnya jumlah Guru Besar, Universitas Halu Oleo semakin mampu meningkatkan daya saing, menghasilkan riset-riset berkualitas, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia,” tambahnya.
Pengukuhan delapan Guru Besar ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan UHO sebagai perguruan tinggi negeri di Sulawesi Tenggara yang terus berupaya meningkatkan kualitas akademik, memperkuat reputasi institusi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembangunan bangsa.
Reporter: Rahayu















