Example floating
Example floating
DaerahPendidikan

Seminar Nasional Matano 2026 Ungkap Kembali Jejak Peradaban Awal Nusantara

×

Seminar Nasional Matano 2026 Ungkap Kembali Jejak Peradaban Awal Nusantara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Makassar – Seminar Nasional Matano 2026 bertajuk “Menemukan Kembali Matano: Jejak Peradaban Awal dan Jejaring Nusantara” digelar di Gedung LPPM Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin bersama Yayasan Wawainia Rahampu’u Matano (YWRM) sebagai upaya mengungkap kembali sejarah Matano sebagai salah satu pusat peradaban awal di Nusantara.

Seminar dihadiri akademisi, peneliti, mahasiswa, tokoh adat, dan masyarakat. Hadir pula Mokole Wawainia Rahampu’u Matano, Yang Mulia H. Umar Ranggo. Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Dr. Wahyudin, S.S., M.Hum., yang menegaskan pentingnya penelitian sejarah lokal sebagai bagian dari sejarah bangsa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Matano memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan arkeologi yang luar biasa sehingga perlu terus dikaji melalui riset multidisiplin. Kolaborasi perguruan tinggi, masyarakat adat, dan lembaga penelitian menjadi langkah penting memperkuat identitas budaya bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, H. Umar Ranggo mengapresiasi penyelenggaraan seminar dan berharap penelitian ilmiah mampu memperkuat sejarah Matano yang selama ini banyak diwariskan melalui tradisi lisan.

Baca Juga :  Wisuda STTI Philadelphia 2026: Mengukuhkan 46 Lulusan, Membangun Generasi Berkarakter Kristus di Tengah Tantangan Zaman

Seminar menghadirkan narasumber Prof. Muhlis Hadrawi, Abd. Karim, Dr. Shinatria Adhiyatama, dan Sharon T. Berbagai pemaparan mengungkap Matano sebagai kawasan industri besi purba yang menjadi fondasi perkembangan Kerajaan Luwu, sekaligus memperlihatkan temuan arkeologi bawah air di Danau Matano yang memperkuat bukti adanya aktivitas masyarakat sejak masa lampau.

Sementara itu, Sharon T. memaparkan hasil penelusuran sekitar 16.000 arsip digital sejarah Matano yang dikumpulkan sejak 2019 dari berbagai lembaga di Indonesia dan Belanda. Arsip tersebut memuat dokumen kolonial, foto-foto lama, peta, hingga laporan penelitian yang menjadi sumber penting bagi pengembangan sejarah dan pelestarian budaya Matano.

Seminar Nasional Matano 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, peneliti, dan masyarakat adat dalam mengungkap sejarah Matano sebagai salah satu simpul penting peradaban awal Nusantara serta memperkaya historiografi Indonesia dari kawasan timur.

Tanggapi Berita Ini