Example floating
Example floating
Headline

Berita Duka Cita: PEWARNA Indonesia Kenang Jasa Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, Tokoh Pertahanan dan Negarawan Sejati

×

Berita Duka Cita: PEWARNA Indonesia Kenang Jasa Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, Tokoh Pertahanan dan Negarawan Sejati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – JAKARTA, 31 Mei 2026 – Dunia pertahanan dan keamanan nasional kembali berduka. Tokoh besar bangsa, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, berpulang ke rahmatullah pada hari Minggu, 31 Mei 2026, pukul 14.03 WIB di RSAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar duka ini menggugah rasa kehilangan mendalam bagi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi PEWARNA Indonesia yang menilai almarhum sebagai sosok prajurit, pemimpin, dan negarawan yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi pertahanan, keamanan, dan kehormatan bangsa serta negara.

Berikut adalah uraian lengkap riwayat hidup, pendidikan, perjalanan karier militer, serta ucapan duka cita resmi yang disampaikan oleh Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

RIWAYAT HIDUP, PENDIDIKAN, DAN PENGABDIAN JENDERAL TNI (PURN.) RYAMIZARD RYACUDU

Data Diri

Nama Lengkap: Ryamizard Ryacudu
Tempat, Tanggal Lahir: Palembang, Sumatera Selatan, 21 Juli 1950
Wafat: Jakarta, 31 Mei 2026
Pangkat Terakhir: Jenderal TNI (Purn.)
Jabatan Penting: Menteri Pertahanan RI (2014–2019), Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat

Riwayat Pendidikan

Almarhum dikenal sebagai perwira tinggi yang sangat berpendidikan, cerdas, dan memiliki wawasan pertahanan yang luas, dibentuk melalui pendidikan militer terbaik di dalam maupun luar negeri:

Pendidikan Dasar & Umum:

– Sekolah Dasar (SD) Negeri II Palembang (1962)
– Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri IV Palembang (1965)
– Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri II Palembang (1968)

Pendidikan Militer:

– Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Bagian Darat, Magelang – Lulus Tahun 1973 (Taruna Terbaik, penerima Bintang Adhi Makayasa)
– Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri (Sdkinf) (1973)
– Sekolah Perwira Pengintai (1974)
– Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD) (1985)
– Sekolah Staf dan Komando Angkatan Bersenjata (SESKO ABRI) (1993)
– United States Army Command and General Staff College (USACGSC), Fort Leavenworth, Amerika Serikat – Lulus 1990
– Royal College of Defence Studies (RCDS), London, Inggris – Lulus 1998

Pendidikan Pengembangan:

– Program Pendidikan Singkat Angkatan XVIII Lemhannas RI (2001)
– Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Bidang Manajemen Pertahanan dari Universitas Pertahanan Indonesia

Riwayat Tugas dan Karier Militer

Perjalanan karier militer almarhum sangat cemerlang, dimulai dari perwira pertama hingga mencapai puncak komando sebagai Panglima TNI. Beliau dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang tegas, disiplin tinggi, sangat peduli pada kesejahteraan prajurit, dan memiliki visi kuat mengenai kemandirian pertahanan negara.

Awal Karier & Satuan Operasi:

– 1973: Ditetapkan sebagai Perwira Pertama, Danyonif 122/Tombak Sakti, Kodam Iskandar Muda – Aceh. Di sini almarhum menempa kemampuan tempur dan memimpin pasukan dalam operasi keamanan di wilayah yang sangat rawan.
– 1976–1982: Berbagai penugasan di Kodam Siliwangi dan Kodam Jaya, mengemban tugas pengamanan vital dan ketertiban masyarakat.
– 1985–1988: Dinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), menjabat Komandan Batalyon Grup 2/Kopassus. Terlibat dalam operasi-operasi khusus yang strategis.

Karier Kepemimpinan Strategis:

– 1993: Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan
– 1995: Komandan Resor Militer 043/Garuda Hitam, Lampung
– 1996: Komandan Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD)
– 1998: Panglima Komando Daerah Militer XVI/Pattimura – Maluku. Di masa ini almarhum bertugas berat memulihkan keamanan dan kerukunan di Maluku yang sedang dilanda konflik sosial.
– 2000: Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi – Jawa Barat
– 2001: Kepala Staf Umum TNI
– 2002–2004: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Di bawah kepemimpinannya, Angkatan Darat mengalami pembenahan besar-besaran, modernisasi alutsista, dan peningkatan profesionalisme prajurit. Beliau mencanangkan konsep “TNI AD Pemersatu Rakyat”.
– 2004–2006: Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI). Memimpin seluruh kekuatan pertahanan negara, fokus pada pemisahan fungsi TNI dan Polri, serta memperkuat pertahanan wilayah perbatasan dan laut NKRI.

Baca Juga :  Pancasila Pulihkan Kepercayaan Sosial dan Martabat Manusia di Tengah Krisis Nilai Dunia

Pengabdian di Bidang Negara:

– 2014–2019: Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Ini adalah masa pengabdian terakhir yang sangat bersejarah. Di bawah kepemimpinan beliau, Kementerian Pertahanan gencar mewujudkan Kemandirian Industri Pertahanan. Beliau menjadi arsitek utama kebijakan alih teknologi, peningkatan produksi dalam negeri (PT Pindad, PT PAL, PT DI), serta pembangunan cadangan strategis nasional. Beliau juga sangat gencar memperkuat pertahanan di wilayah terluar, Natuna, dan perbatasan Papua.

Sepanjang pengabdiannya, almarhum banyak menerima tanda jasa dan penghargaan tertinggi negara, antara lain Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, serta penghargaan internasional dari berbagai negara atas kontribusinya pada perdamaian dunia.

UCAPAN DUKA CITA RESMI KETUA PEWARNA INDONESIA PROVINSI DKI JAKARTA

Berikut adalah ucapan duka cita yang disampaikan oleh Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D, selaku Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta, atas nama seluruh pengurus dan anggota PEWARNA Indonesia:

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN.
Seluruh keluarga besar PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya seorang prajurit sejati, negarawan ulung, dan putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu.

Kepergian Beliau adalah kehilangan besar bagi Indonesia. Kami mengenang sosok Jenderal Ryamizard bukan hanya sebagai pemegang komando tertinggi militer atau Menteri Pertahanan, melainkan sebagai tokoh yang memiliki visi sangat jelas: Indonesia harus kuat, Indonesia harus mandiri, dan Indonesia harus berdaulat sepenuhnya di atas tanah airnya sendiri.

Riwayat pengabdian Beliau mulai dari baris terdepan di medan tugas hingga kursi strategis kabinet, membuktikan kesetiaan Beliau yang tak tergantikan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau adalah sosok yang gigih memperjuangkan agar bangsa ini mampu membuat sendiri alat pertahanannya, tidak bergantung pada negara lain, dan menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan kita dengan harga mati.

Bagi kami PEWARNA Indonesia, nilai-nilai yang diajarkan almarhum—tentang cinta tanah air, disiplin, keberanian, dan semangat memajukan bangsa—adalah warisan yang sangat berharga. Almarhum mengajarkan bahwa kekuatan pertahanan bukan hanya soal senjata, tetapi soal persatuan dan kesiapan mental seluruh elemen bangsa.

Kami berdoa semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan karunia-Nya, mengampuni segala khilaf dan salah Beliau, menerima segala amal ibadah dan pengabdian Beliau sebagai jihad di jalan kebenaran, serta menempatkan Almarhum di tempat yang paling mulia di sisi-Nya, di surga-Nya yang tertinggi.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami turut merasakan kesedihan ini. Ketahuilah bahwa jasa, nasihat, dan perjuangan Jenderal Ryamizard Ryacudu akan terus hidup dalam sejarah dan menjadi kompas bagi kami dalam berkarya dan mengabdi bagi negeri.

Selamat jalan, Jenderal Besar Rakyat Indonesia.
Jasa, pengabdian, dan keteladanan Bapak akan selalu abadi dan dikenang sepanjang masa. Tenanglah dalam damai, tugas Bapak selesai dengan sangat gemilang.

Jakarta, 31 Mei 2026

Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D
Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta
Atas nama seluruh Pengurus & Anggota”

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit