Example floating
Example floating
Berita

PMI Batang Upayakan Kawasan Rob jadi Wisata Perikanan

×

PMI Batang Upayakan Kawasan Rob jadi Wisata Perikanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Kawasan Denasri Kulon yang pernah menjadi pusat lahan sawah produktif 30 tahun lalu, kini berubah menjadi area terdampak rob seluas 300 hektar. PMI Batang bersama lintas sektor berupaya meminimalisir dampak dan mengoptimalkan area rob menjadi kawasan wisata perikanan dengan menanam seribu bibit mangrove dan menebar benih ikan, di Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Kamis (30/4/2026).

Penanaman ribuan bibit mangrove dan penebaran benih ikan itu, sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh pada 26 April 2026 lalu. Menggandeng BPBD Batang, para relawan hingga ratusan pelajar, PMI berupaya membiasakan peserta dengan kehidupan warga di wilayah terdampak rob.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ketua PMI Batang Ahmad Taufik melakukan penanaman bibit mangrove sebagai upaya meminimalisir dampak rob yang kian meluas. Diakuinya, 30 tahun lalu lahan tersebut merupakan sentra lahan pertanian yang mampu menghasilkan padi berkualitas, namun sejak beberapa tahun lalu, berubah menjadi area terdampak rob.

“Kami lakukan penanaman mangrove untuk meminimalisir dampak rob, supaya tidak makin meluas. Dan karena lahan tersebut kini tidak produktif lagi, kami upayakan untuk dioptimalkan menjadi kawasan wisata perikanan dengan menebar seribu bibit ikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Satu Gol Penentu, Super Priba Resmi Jadi Raja Futsal Batang

Dukungan pun ditunjukkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah karena langkah nyata ini merupakan upaya meminimalisir rob di Denasri Kulon. Meski di sisi lain, BPBD selalu berupaya menjauhkan dari wilayah rawan kebencanaan, namun apabila tidak dapat terhindarkan, maka warga harus berdampingan dengan kerawanan tersebut.

“Artinya masyarakat tetap hidup berdampingan di wilayah terdampak namun memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis. Diawali dengan penebaran benih ikan dan ke depan akan dikelola dengan konsep wisata perikanan, agar masyarakat mendapatkan manfaat secara ekonomi,” terangnya.

Masyarakat harus menerima karena lahan sawah yang pernah produktif itu, kini telah berubah menjadi area rob. Maka, solusinya, area tersebut dioptimalkan warga setempat untuk destinasi wisata perikanan.

Dalam kegiatan tersebut, turut menghadirkan 200 pelajar dari jenjang SMA/SMK/MA sederajat

Sementara itu, perwakilan peserta, Najla dan Risa pelajar SMA Negeri 2 Batang mengaku menamam mangrove merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Keduanya dapat merasakan langsung upaya meminimalisir meluasnya dampak rob yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

“Ini pengalaman pertama buat kami, bisa terjun langsung nanam banyak bibit mangrove, semoga bisa mencegah rob, supaya rumah warga tidak terdampak,” ujar dia.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit