Faktual.net.Gowa,Sulsel – 31 Maret 2026, Rappolemba kecamatan tompobulu kabupaten gowa Sulawesi Selatan, Pemerintah Desa Rappolemba menunjukkan respons terbuka terhadap aksi damai yang digelar masyarakat dan pemuda di depan kantor desa. Aksi yang berlangsung tertib ini berujung pada dialog langsung dan kesepakatan bersama tanpa insiden.
Sekitar 15–20 massa aksi yang dikoordinatori Ansar bersama Rahul dan Alam Tompo menyuarakan aspirasi terkait pembangunan Lapangan Baji Minasa. Mereka menuntut kejelasan penggunaan anggaran serta keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan desa.
Pengamanan kegiatan melibatkan aparat desa, unsur TNI/Polri, serta Satpol PP. Situasi di lokasi terpantau kondusif sejak awal hingga aksi berakhir.
Koordinator lapangan Ansar dalam orasinya menyampaikan tiga poin tuntutan utama, yakni transparansi anggaran dana desa pada proyek lapangan, perluasan lapangan sesuai kondisi sebelumnya, serta pelibatan pemuda sebagai bagian dari kontrol sosial dalam pembangunan.
Penjabat Kepala Desa Rappolemba, Huzair, S.E, menerima langsung massa aksi dan mengajak berdiskusi terbuka di halaman kantor desa. Seluruh peserta aksi duduk bersama untuk mendengarkan penjelasan terkait proyek renovasi lapangan sepak bola Baji Minasa.
Dalam keterangannya, Huzair menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari perencanaan tahun 2024 sebelum dirinya menjabat, dan telah melalui proses musyawarah desa bersama tokoh masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa transparansi anggaran telah dilakukan melalui pemasangan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
Terkait progres pembangunan, pemerintah desa menyebut estimasi pengerjaan berkisar 2–3 bulan, namun mengalami kendala akibat faktor cuaca.
Sebagai respons atas tuntutan massa, pemerintah desa menyatakan komitmen untuk lebih membuka ruang partisipasi pemuda dalam setiap proses pembangunan ke depan.
Aksi damai tersebut ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Desa Rappolemba dan perwakilan demonstran, disaksikan oleh aparat kepolisian, TNI, serta seluruh kepala dusun.
Koordinator aksi berharap kolaborasi antara pemuda dan pemerintah desa dapat terus terjalin guna mendorong pembangunan yang lebih transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Reporter : Dhenkjallo















