Example floating
Example floating
BeritaDaerahPariwisataPemerintahan

Polemik Memanas: Pernyataan “Bosan” Kepala Desa Pao Picu Kemarahan Publik, Warga Desak Audit Dana Desa Pao

×

Polemik Memanas: Pernyataan “Bosan” Kepala Desa Pao Picu Kemarahan Publik, Warga Desak Audit Dana Desa Pao

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net.Gowa,Sulsel – 20 Maret 2026, Polemik Kepala Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, kian memanas setelah beredarnya tangkapan layar pernyataan di media sosial yang memicu reaksi keras dari masyarakat.

Dalam unggahan yang beredar luas, terlihat akun bernama Firman Arifin menuliskan pernyataan bernada keluhan: merasa “bosan” melihat postingan aspal jalan rusak setiap hari, bahkan menyarankan agar bagusnya postingan kue kue “bermutu” menjelang Lebaran.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Pernyataan tersebut langsung menyulut kemarahan publik. Warga menilai ucapan itu tidak pantas disampaikan oleh seorang kepala desa, terlebih di tengah kondisi infrastruktur yang masih dikeluhkan masyarakat.

Kontroversi ini mencuat bersamaan dengan aksi swadaya warga Desa Bolaromang yang memperbaiki jalan rusak parah tanpa bantuan pemerintah. Alih-alih mendapat apresiasi, upaya tersebut justru direspons dengan pernyataan yang dinilai merendahkan.

“Ini bukan soal bosan atau tidak. Ini soal jalan rusak yang kami hadapi setiap hari,” tulis salah satu warga dalam kolom komentar, mencerminkan kekecewaan yang meluas.

Di berbagai kolom komentar, termasuk pada unggahan akun “Ayu Viralkan”, warga secara terbuka menyuarakan kemarahan mereka. Banyak yang menilai sikap tersebut menunjukkan kurangnya empati dan kepedulian terhadap perjuangan masyarakat.

Gelombang kritik ini tidak hanya menyasar pernyataan, tetapi juga menyentuh aspek kepemimpinan. Warga mulai mempertanyakan bagaimana prioritas seorang kepala desa dalam melihat persoalan mendasar di masyarakat.

Baca Juga :  Anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Serahkan Bantuan Tunai kepada Korban Kebakaran di Desa Bontoloe

Situasi kemudian berkembang menjadi tuntutan yang lebih serius. Warga mendesak dilakukan audit terhadap penggunaan Dana Desa Pao, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya.

Menurut warga, jika persoalan di luar wilayah saja mendapat perhatian dalam bentuk komentar, maka kondisi di dalam wilayah desa seharusnya menjadi tanggung jawab utama yang wajib dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Desakan evaluasi terhadap kinerja dan etika komunikasi Kepala Desa Pao juga semakin menguat. Polemik ini dinilai bukan sekadar persoalan unggahan media sosial, tetapi telah berkembang menjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan desa.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menggu tindak lanjut klarifikasi resmi yang meredam polemik tersebut. Sementara itu, tekanan publik terus meningkat, baik di media sosial maupun di tengah masyarakat.

Warga menegaskan, yang mereka tuntut bukan sekadar permintaan maaf, tetapi langkah nyata: transparansi anggaran, perbaikan infrastruktur, serta perubahan sikap kepemimpinan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Jika tidak segera direspons secara terbuka dan bertanggung jawab, polemik ini berpotensi berkembang menjadi krisis legitimasi yang lebih luas di tingkat pemerintahan desa

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit