Faktual.Net, Batang, Jateng – Bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Batang dan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Hingga Kamis (5/3/2026) pukul 20.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mencatat sedikitnya 10 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, mengatakan total terdapat 73 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut.
“Dari jumlah itu, sebanyak 57 rumah mengalami rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami rusak berat,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Batang, Jumat (6/3/2026).
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. BPBD mencatat satu masjid, satu madrasah, serta satu bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sariglagah turut terdampak.
“Berdasarkan data sementara, bencana ini berdampak pada 75 kepala keluarga atau sekitar 290 jiwa di berbagai wilayah terdampak,” jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, BPBD juga mencatat adanya korban jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Tarto Mulyo (50) warga Desa Kuripan RT 01 RW 01 Kecamatan Subah, Kusno (48) warga Desa Rukunsari Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, serta Raiyah (50) warga Desa Kalipancur RT 06 RW 02 Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Fajri menambahkan, hingga saat ini tim BPBD bersama unsur terkait masih terus melakukan pendataan serta penanganan di lokasi terdampak.
“Data masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah, karena jaringan listrik dan sinyal di beberapa kecamatan masih mengalami gangguan,” katanya.
BPBD Batang juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.















