Faktual.net, Gowa – Kejaksaan Negeri Gowa melalui Seksi Intelijen resmi memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursyad, bersama RQ, tenaga sukarela di RSUD Syech Yusuf.
Pemeriksaan ini diduga kuat berkaitan dengan polemik pencabutan beasiswa mahasiswa program S3 di Universitas Hasanuddin yang disebut-sebut dilakukan oleh Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Kasus ini mencuat setelah kabar pencabutan beasiswa tersebut viral dan memicu reaksi keras publik. Kebijakan itu dinilai kontroversial dan menimbulkan tanda tanya besar terkait mekanisme, dasar hukum, serta kewenangan dalam penghentian bantuan pendidikan tingkat doktoral tersebut.
Pantauan di lokasi, sekitar pukul 12.00 WITA, Taufiq Mursyad dan RQ terlihat memasuki area parkiran Kejari Gowa dan langsung menuju ruang Intelijen untuk menjalani pemeriksaan tertutup.
Kepala Dinas Pendidikan Taufiq Mursyad saat di komfirmasi mengatakan, Siapa yang bilang pemeriksaan ?, Mesti kita tau semua agenda saya kah ? dengan emoji tertawa. Ucapnya dengan Singkat.
Sementara RQ saat dikonfirmasi membenarkan dirinya tengah diperiksa.
“Saat ini saya sementara diperiksa di bagian Intel terkait berita viral pencabutan beasiswa saya,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Gowa juga belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media.
Publik kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum. Apakah pemeriksaan ini akan mengarah pada pengusutan lebih jauh atas dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam kebijakan pencabutan beasiswa tersebut, atau hanya sebatas klarifikasi administratif?
Perkembangan kasus ini dipastikan akan terus menjadi sorotan masyarakat Gowa dan dunia pendidikan.
Reporter : Saenal Abidin
















