Faktual.net, Gowa, Sulsel-12 Desember 2025, Ketua Kiwal Garuda Hitam Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Gowa, Rapiudin Mado Daeng Ngopa, mengecam keras perambahan hutan yang terjadi di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Penebangan ilegal mengancam Ekosistem, Sumber Air, dan Keamanan Masyarakat Gowa
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merusak ekosistem hutan dan mengancam kelestarian alam. Jika dibiarkan, kata Rapiudin, masyarakat Gowa akan menghadapi bahaya di masa depan.
“Kami sangat mengutuk keras perambahan hutan di Tombolo Pao. Ini merusak ekosistem dan mengancam kelestarian alam. Jika tidak ditindak, akan membahayakan warga Gowa,” ujarnya.
Daeng Ngopa meminta aparat penegak hukum menindak tegas sampai ke akar‑akar pelaku penebangan pinus di wilayah itu. Kawasan yang menjadi hulu sungai dan sumber air bagi Kabupaten Gowa kini hampir tidak bersisa vegetasinya. Pejabat setempat khawatir bahwa kerusakan ini dapat memicu banjir bandang, longsor, dan dampak negatif bagi Kota Makassar.
“Kami, Kiwal Garuda Hitam MPC Kabupaten Gowa bersama Pemerintah Daerah dan kepolisian siap mendukung upaya menjaga hutan lindung agar tetap terjaga,” tambahnya.
Ketua KIWAL Garuda Hitam Rapiudin Mado Dg Ngopa mengajak masyarakat kabupaten Gowa marilah kita sama-sama menjaga wilayah Gowa kita cintai bersama terutama jaga hutan lindung ,jangan pernah sekali-kali ada mau mengeksploitasi.
KIWAL MPC Gowa sebagai Garda terdepan akan mengawal Pemerintah kabupaten Gowa akan selalu support jaga kabupaten Gowa aman dan kondusif.
Redaksi Sulsel.















