Faktual.net, Gowa, Sulsel- 8 Desember 2025- Sebuah postingan yang diunggah oleh akun Facebook Samsiah Dyan Sari memantik perhatian luas publik setelah mengungkap kondisi memprihatinkan seorang pria lanjut usia bernama Kakek Paca. Dalam unggahannya, Samsiah menceritakan kisah hidup sang kakek yang tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil jauh di dalam hutan Desa Pa’ladingang, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa.
Unggahan tersebut disertai narasi panjang yang menggambarkan betapa berat kehidupan Kakek Paca. Ia pernah memiliki istri dan seorang anak, namun keduanya telah meninggal dunia. Sejak itu, ia hidup sendiri selama puluhan tahun di rumah kecilnya yang rapuh, yang setiap bocornya ditambal dengan bambu seadanya.
Dalam postingan tersebut, Samsiah menceritakan kembali kunjungannya ke gubuk Kakek Paca setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Ia terkejut melihat kondisi telinga sang kakek yang mengalami luka parah selama dua tahun tanpa penanganan medis.
“Saya tanya sudah pernah berobat ke mana saja, dia jawab hanya obat kampung. Tidak ada yang sembuh,” tulis Samsiah dalam unggahan yang kini ramai dibagikan.
Melihat kondisi itu, ia membujuk Kakek Paca untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. Setelah diperiksa di puskesmas, Kakek Paca mendapat rujukan ke rumah sakit di Makassar. Ia menjalani rawat inap selama empat malam untuk pengambilan sampel jaringan. Hasil laboratorium kemudian mengonfirmasi bahwa sang kakek menderita tumor skandal dalam kondisi cukup parah.
Dokter menyarankan kemoterapi sebagai satu-satunya langkah medis sebelum dilakukan operasi pengangkatan jaringan. Namun keluarga masih mempertimbangkan keputusan tersebut.
Unggahan ini sontak menuai respons besar dari warganet. Dalam kolom komentar, banyak warga yang menunjukkan empati dan keinginan membantu:
“Ya Allah, pacce na nyawanku liat,” tulis seorang pengguna bernama Ninii As.
“Semoga lekas sembuh dan ada bantuan untuk kakeknya,” ujar Karmila.
Namun di balik simpati itu, ada pula kekhawatiran bahwa Kakek Paca sempat menjadi korban penipuan oleh oknum penjual obat palsu. Ia diduga meminjam uang lebih dari tiga juta rupiah hanya untuk membeli obat yang ternyata hanya alkohol dan campuran racikan sederhana.
Kasus ini membuka mata publik tentang kondisi warga lanjut usia yang tinggal di wilayah terpencil tanpa akses kesehatan memadai. Unggahan Samsiah kini telah dibagikan puluhan kali dan memicu ajakan kolektif untuk membantu Kakek Paca mendapatkan perawatan medis layak.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan Kakek Paca.
Reporter Ardi.
Redaksi.













