faktual.net, Kendari, Sultra. Museum Sulawesi Tenggara akan menyelenggarakan Pemilihan Putra Putri Duta Museum Sulawesi Tenggara Tahun 2025. Acara tersebut direncanakan akan berlangsung pada tanggal 8 November 2025 di Hotel Zahra Kendari.
Panitia yang di Ketuai oleh Novriansyah terus mematangkan persiapan. Bertempat di salah satu rumah di Kota Kendari, pihak panitia melakukan rapat dengan menghadirkan Kepala Seksi Museum, UPTD Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara yakni Daud Topa’a, S.Sos.,MM. Fokus rapat pada Sabtu malam, 18/10/2025 tersebut adalah pembahasan Rundown Kegiatan.
Kepada faktual.net, Daud Topa’a mengatakan bahwa dirinya berkewajiban mendampingi panitia dalam proses mematangkan kegiatan. Baginya, agenda pemilihan Putra Putri Duta Museum merupakan ajang bergengsi yang tentunya perlu kesiapan dalam banyak hal guna suksesnya kegiatan.
Daud Topa’a menambahkan bahwa ajang pendaftaran calon Duta Museum sementara terlaksana dari 27 September 2025 dan akan berakhir pada 27 Oktober 2025. Persyaratan calon Duta Museum telah ditentukan oleh pihak panitia sesuai dengan Pamflet yang tersebar.
Daud Topa’a juga menjelaskan bahwa panitia kegiatan adalah Pada Alumni Duta Museum Sulawesi Tenggara tahun sebelumnya. Salah satu tugas panitia adalah menyusun rencana sosialisasi calon Duta Museum Sulawesi Tenggara Tahun 2025 ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK/Sederajat.
“Panitia nantinya dibulan 10 ini akan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut. Harapannya adalah adanya antusias dari para pelajar Putra dan Putri Sulawesi Tenggara untuk mau terlibat dan berpartisipasi diajang tersebut”, ucap Daud Topa’a.
Pria yang merupakan alumni Pascasarjana STIE 66 Kendari tersebut menegaskan, Duta Museum Sultra 2025 yang terpilih, akan menjadi pihak yang akan mengambil peran strategis untuk mengkampanyekan Museum Sulawesi Tenggara ke masyarakat Sultra secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum. Duta Museum diharapkan menjadi pionir terdepan untuk mengajak masyarakat diberbagai level untuk berkunjung ke Museum Sulawesi Tenggara.
Reporter : Aco RI















