Faktual.net, Gowa, Sulsel– Kondisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yaspib Bontolempangan di Desa Bontalempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, kembali menuai kritik tajam dari warga. Sejak tahun pelajaran 2017 hingga 2025, para siswa masih harus menumpang belajar di SMP Negeri 2 Bontolempangan.
Selama delapan tahun, tidak ada tanda-tanda perubahan berarti. Jangankan pembangunan gedung baru, cat ruang kelas tempat siswa belajar pun tak pernah berganti. Padahal, sekolah ini setiap tahun menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Warga menilai salah satu faktor utama mandeknya perkembangan sekolah adalah kepemimpinan kepala sekolah. Sang kepala sekolah disebut jarang masuk kantor karena terlalu sibuk di kota, sehingga urusan sekolah terbengkalai.
“Anak-anak kami sudah delapan tahun menumpang, tapi kepala sekolah malah sibuk di kota. Bagaimana sekolah mau maju kalau pimpinannya saja jarang hadir?” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah dan memastikan pengelolaan dana BOS berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, kasihan anak-anak kami yang jadi korban. Masa depan mereka tergadaikan hanya karena sekolah dibiarkan apa adanya,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Reporter Sattu
Redaksi Sulsel
















