Example floating
Example floating
Headline

GKTDI Harapan Indah: Meneguhkan Marturia, Koinonia, dan Diakonia dalam Pelayanan

×

GKTDI Harapan Indah: Meneguhkan Marturia, Koinonia, dan Diakonia dalam Pelayanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Bekasi, Jawa Barat – 24 Agustus 2025 – Ibadah Minggu di Gereja Kristus Tabernakel di Indonesia (GKTDI) Harapan Indah pada hari ini dipenuhi dengan sukacita dan semangat kebersamaan. Jemaat dari berbagai generasi berkumpul di Blok EK 17, Jalan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, untuk bersekutu, memuji Tuhan, dan memperdalam pemahaman tentang panggilan iman mereka. Yang dipimpin oleh hambaNya Pdt. Dr. Uliman Sihotang dan Worship Leader Yosua serta pada drum Samuel Fernandes Hutajulu.


Khotbah yang diambil dari 1 Petrus 2:9 dan Kisah Para Rasul 11:23 menekankan identitas jemaat sebagai umat Allah yang terpilih untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar-Nya. Jemaat diingatkan akan pentingnya bersaksi dan saling menguatkan dalam iman.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Salah seorang penatua gereja menyampaikan, “Berkat orang benar itu tidak akan hilang. Sekalipun sedikit, bila kita syukuri dan bagikan, tetap akan menjadi berkat yang besar.” Pesan ini menekankan pentingnya kesetiaan kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Kisah Barnabas menjadi inspirasi utama dalam ibadah ini. Meskipun bukan seorang rasul inti, Barnabas, seorang awam yang bekerja di bidang properti, digunakan oleh Allah untuk menghibur, menguatkan, dan membangun persekutuan di Antiokhia.


Renungan ini mengajarkan bahwa latar belakang seseorang tidak menjadi penghalang untuk melayani Tuhan. “Apapun latar belakang seseorang, bila mau melayani Tuhan, pasti dapat dipakai-Nya untuk perkara besar,” demikian inti pesan tersebut.

Baca Juga :  LAI Lantik KKPD LAI Mitra Bali, Perkuat Pelayanan Firman Tuhan di Pulau Dewata

Barnabas menjadi teladan nyata dari tiga dimensi gereja: marturia (kesaksian iman), koinonia (persekutuan yang saling menguatkan), dan diakonia (pelayanan kasih yang nyata). Ketiga aspek ini menjadi fondasi penting dalam pelayanan GKTDI Harapan Indah.

Beberapa jemaat berbagi kesaksian iman mereka dalam ibadah ini. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas doa-doa yang dijawab dan pertolongan Tuhan yang datang tepat waktu, meskipun melalui proses yang panjang.

Seorang jemaat menyatakan, “Kami belajar bahwa harta orang benar itu tidak akan hilang, dan keturunan pun dapat menikmatinya. Karena itu kami mau hidup benar di hadapan Tuhan.” Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh jemaat.


GKTDI Harapan Indah berkomitmen untuk menjadi lebih dari sekadar tempat beribadah. Gereja ini bertekad menjadi pusat persekutuan dan pelayanan kasih di lingkungan Harapan Indah dan sekitarnya. Melalui kegiatan diakonia, jemaat didorong untuk peduli terhadap sesama, baik di dalam gereja maupun di masyarakat luas.

Ibadah Minggu ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali panggilan gereja dalam menghadirkan diri bagi banyak orang, menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitar. Dengan marturia, koinonia, dan diakonia sebagai pilar utama, GKTDI Harapan Indah berkomitmen untuk terus melanjutkan pelayanan yang membangun iman dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit