Example floating
Example floating
HukumPeristiwa

Diduga Tak Kuasa Memikul Beban, FH Nekat Bunuh Diri

×

Diduga Tak Kuasa Memikul Beban, FH Nekat Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net,Tidore. Setelah ditangkap polisi terkait dengan dugaan penipuan yang dilakukan oleh FH terhadap sejumlah dewan guru, kepala sekolah dan lurah di Kota Tidore Kepulauan dengan mencatut nama Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen pada Jumat, (20/12/19) kemarin.

FH yang sebelumnya berdomisili di Kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara itu nekat mengahiri hidupnya dengan bunuh diri karena merasa penuh beban telah melakukan tindakan demikian.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Bagaimana tidak, dari hasil penipuan yang dilakukan oleh FH itu ditaksir kerugian yang dialami para korban mencapai Rp. 300 Juta, Sementara korban yang ditipu oleh FH, saat ini yang mengadu sudah berjumlah sebanyak 3 orang, namun tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan, pasalnya dalam pengembangan kasus tersebut, ada lagi korban yang baru mengadukan hal yang sama.

“Yang bersangkutan inikan staf di Camat Obi, dan saya melakukan kroscek ke sana yang bersangkutan memang sudah lama tidak melaksanakan dinas sekitar satu tahun, jadi terkait aksi penipuan ini taksiran untuk kerugian mencapai kisaran 300 juta, dan informasi yang bersangkutan melakukan aksi dugaan penipuan itu sudah dimulai sejak bulan Juli 2019.” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Tidore AKP. Dedy Yudanto saat ditemui sejumlah media di ruang kantor Polres Tidore pada Sabtu, (21/12/19) pekan kemarin.

Apa Motif yang bersangkutan melakukan penipuan.? Ditanya demikian, AKP Dedy mengaku bahwa yang bersangkutan kemungkinan berhasrat untuk mencari keuntungan demi memperkaya diri.

“Modus operasinya dia itu dengan mempelajari keseharian si korban, siapa nama akrabnya, dan biasanya pak wakil memanggil si korban dengan sebutan apa, dari situ dia bicara seolah-olah dia kenal baik dengan mereka sehingga si korban tidak curiga, dan dari hasil operasinya ini dia sudah berhasil menipu tiga orang,” tuturnya.

Dari perbuatan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, FH kemungkinan merasa beban sehingga dengan terpaksa harus mengahiri hidupnya dengan gantung diri mengunakan kain pembersih lantai di dalam toilet (WC).

“Saat petugas piket melakukan pengecekan dipagi hari (Sabtu kemarin), yang bersangkutan masih ada bahkan ikut sarapan sebagaimana tahanan yang lain, kemudian sekitar pukul 10.00 Wit ketika petugas piket dari tahanan dan barang bukti (Tahti) Muhammad Fajri melakukan pengecekan ulang terkait kesehatan dan jumlah tahanan, namun yang bersangkutan katanya sedang buang air, disitu petugas kami langsung melakukan pengecakan di toilet, dan memang benar yang bersangkutan sedang buang air karena ada suara air dari dalam,” tuturnya.

Baca Juga :  Bocah Korban Perkosaan Mendapatkan Perhatian Pemkot Jakut

Lebih lanjut, Kasat menambahkan bahwa setelah dilakukan pengecekan petugas tersebut kemudian keluar untuk melayani tiga orang keluarga dari tersangka pengeroyokan yang berasal dari Kelurahan Payahe Kecamatan Oba membawa makanan sebagaimana prosedur kita yang mengharuskan harus dilakukan pengecekan terkait dengan apa yang dibawa oleh pihak keluarga yang datang menjenguk tahanan.

“Pada saat kita sudah siap untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (FH), penyidik kami kemudian melakukan pengecekan dan bertanya keberadaan yang bersangkutan kepada sejumlah tahanan disitu, namun jawabannya masih sama bahwa yang bersangkutan sedang buang air, karena buang airnya agak lama penyidik kami sudah mulai curiga sehingga pergi mengetuk pintu toilet, namun tidak ada respon sama sekali bahkan bunyian airpun sudah tidak ada, tapi karena penyidik kami harus mawas diri supaya tidak terjadi apa-apa, pintunya kemudian didorong pakai sapu, dan begitu pintunya dibuka hamper sepenuhnya terlihat sebagian tubuhnya sudah tergantung, sehingga waktu kematiannya saya tidak tau jam berapa, nanti bisa diketahui setelah hasil visum,” jelasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen kemudian angkat bicara, namun sebelumnya dia turut berduka cita atas kepergian FH, namun terkait dengan perbuatan yang dilakukan FH dengan mencatutnya namanya, Wawali mengaku telah memafkan yang bersangkutan. Bahkan niat tersebut sudah Wawali tanamkan sebelum yang bersangkutan mengambil tindakan bunuh diri.

“Setelah diketahui siapa orangnya, saya berniat untuk memafakan yang bersangkutan, karena menurut saya yang terpenting kebenaran terkait dengan penipuan ini sudah terungkap siapa pelakunya, sehingga nama baik saya bisa kembali diperbaiki dihadapan publik, tetapi kalau soal kerugian yang dilakukan FH terhadap para korban, itu sudah menjadi urusan dia dengan korban yang ditipu,” ujarnya.

Dari masalah tersebut, Wawali kemudian menghimbau kepada seluruh jajaran Dewan Guru, Kepala Sekolah, Pihak Lurah, Desa dan Kepala Dinas agar tidak mudah mempercayai orang yang belum dikenal jika mengatasnamakan dirinya, sehingga dia berharap apabila kedepannya terdapat masalah yang sama diharapkan agar terlebih dahulu bisa diconfirmasi ke Wawali mengenai informasi tersebut.

“Saya hanya merasa heran saja, karena biasanya kegiatan yang dilakukan oleh guru maupun kelurahan, seperti kegiatan kemasyarakatan itu biasanya juga saya yang bantu, bagaimana bisa saya minta ke mereka,” tutupnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit