Faktual.Net, Kendari, Sultra. Dengan visi Save Madu Indonesia, Ikatan Lebah Madu Indonesia Sulawesi Tenggara (ILMI Sultra) merancang sebuah agenda jangka panjang untuk memoderenkan sistem pengolahan madu di Sultra sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu agenda besar tersebut adalah ILMI Sultra akan adakan edukasi ditingkat petani yang terlibat langsung dalam proses panen madu di hutan, agar proses panen madu bersifat lestari.
Agenda tersebut terencana dalam pertemuan lima inisiator ILMI Sultra pada Rabu malam, 27/11/2019 bertempat di Menara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sultra. Dalam pertemuan tersebut anggota ILMI Sultra menyepakati bahwa harus ada persamaan harga ditingkat petani yang akan menjadi mitra ILMI Sultra, tentu kesamaan harga yang berujung pada kesejahteraan petani madu hutan di Sultra. Selain ditingkat petani, harga juga harus setara ditingkat penjual atau reseller yang menjadi anggota ILMI Sultra.

Selain itu yang menjadi fokus utama ILMI Sultra bahwa harus ada edukasi yang dilakukan ILMI Sultra kepada petani yang menjadi mitra agar proses panen madu hutan harus bersifat lestari dan sesuai standar kesehatan. Proses panen madu lestari adalah panen madu dengan tidak mengambil semua sarang madu tetapi menyimpannya sebagian agar koloni lebah yang meninggalkan sarang saat panen berlangsung bisa kembali lagi. Tentunya semua itu demi meningkatkan kualitas madu hutan Sultra.
Sulawesi Tenggara dengan potensi madu yang sangat melimpah merupakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan jika ini dikelola dengan baik. Data yang dimiliki ILMI Sultra, khusus untuk Latoma, Kabupaten Konawe, potensi madu hutan untuk setiap tahunnya lebih kurang 10 ton. Untuk itu perlu adanya sebuah tempat untuk mempromosikan keunggulan dan potensi madu Sultra. ILMI merencanakan akan membuat sebuah Rumah Madu Sultra sebagai tempat promosi dan tempat edukasi madu yang ada di Sultra
Diakhir pertemuan, ILMI Sultra merencanakan bahwa kedepannya akan merancang kawasan wisata lebah dengan titik yang masih akan disurvei. Untuk program ini ILMI Sultra merencanakan lebah madu yang akan dibudidayakan adalah Trigona.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Aco Rahman Ismail dengan brand Madu Murni “Abu Ken”, Arman Gelo dengan brand Madu Kambaka, Muhammad Warqah Hamzah dengan brand MaduQi, Premium, Sumarlin dengan brand Madu Latoma Old dan Suhardi dengan brand Lokha Madu.
Reporter : Aco RI















