Faktual.Net, Bekasi-Dari total 45 unit rumah yang ada di Cluster Premier Village Bekasi diketahui stoknya sudah semakin menipis.
Pasalnya, kawasan hunian dengan konsep cluster ini tiba-tiba diserbu konsumen karena dekat dengan exit Tol Tambun dan berlokasi tak jauh dari Stasiun Kereta.
“Memang unitnya tidak banyak, hanya 45 rumah yang terdiri dari 2 lantai dan rumah 1 lantai. Mungkin peminatnya lebih banyak karena harganya jauh lebih murah dibandingkan perumahan lain yang ada disekitarnya,” ungkap Julia konsultan properti Premier Village Bekasi, saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/3/2024).
Menurutnya, rumah yang ditawarkan bukan saja dilengkapi swimming pool tapi kwalitas bangunan full bata merah juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi user.
“Premier Village Bekasi ditawarkan murah bukan berarti rendah kwalitas. Justru kami sangat menjaga kepercayaan pasar, sehingga kelengkapan legalitas yang sudah menjadi sertifikat SHM pun sudah pecah dan tinggal balik nama kepada konsumen,” ujar Julia.
Ia menambahkan, kepercayaan konsumen menjadi prioritas untuk pengembangan bisnis perumahan kedepannya.
“Kami tidak mau menutup-nutupi kekurangan atau lebih menonjolkan gimmick. Karena memanipulasi produk sama dengan merusak pasar di industri perumahan itu sendiri,” ujar Julia.
Terus bertambahnya kasus gagal bangun maupun proyek bodong, masih dikatakan Julia, mejadi momok yang menakutkan di industri properti.
“Oleh karena itu, kami benar-benar harus menjaga kepercayaan masyarakat. Apalagi terkait legalitas itu sangat penting, karena sudah banyak korban konsumen yang sudah lunas tapi belum memperoleh haknya,” pungkasnya.(Amin)















