Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Dinas Pariwisata Konawe Utara Gelar Pelatihan Pengelolaan Homestay di Labengki

×

Dinas Pariwisata Konawe Utara Gelar Pelatihan Pengelolaan Homestay di Labengki

Sebarkan artikel ini
Suasana pelatihan pengelolaan homestay bagi masyarakat di Desa Labengki. Foto: Ist
Example 468x60

Faktual.Net, Konut — Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan pengelolaan homestay bagi masyarakat di Desa Labengki Kecamatan Lasoso Kepulauan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pelatihan yang digelar selama dua hari 29-30 September 2023 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di Desa Labengki terhadap pelayanan jasa wisata di kepulauan dengan icon segitiga berlian tersebut.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kadis Pariwisata Ir. Riyas Aritman, SP, M.Si Labengki, menyampaikan keindahan icon segitiga berlian, Taipa, Walasea, dan Labengki perlu dijaga, dengan melibatkan semua unsur bukan hanya pemernitah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupate Konawe Utara, melainkan juga pihak swasta, terlebih masyarakat sebagai ujung tombak penerima tamu yang ada di desa.

“Olehnya itu perlu dilakukan langkah-langkah, pertama keindahan alam yang harus selalu dijaga, dikolaborasikan menjadi atraksi, termasuk sosial budaya. Olehnya itu untuk menjaga ini, tidak hanya bisa dilakukan pemerintah semata, tapi juga melibatkan swasta termasuk masyarakat, sehingga pemerintah hadir menfasilitasi kolaborasi ini,” urai Ir. Riyas Aritman, SP, M.Si Kadis Pariwisata Kabupaten Konawe Utara.

Pelatihan pengelolaan homestay tingkat berkembang yang digelar Dinas Pariwisata Konawe Utara, merupakan salah satu upaya realisasi program kerja Dinas Pariwisata Konut dalam melibatkan masyarakat guna meningkatkan kualitas jasa pelayanan pariwisata yang ada di Desa Labenki.

“Pelatihan pengelolaan homestay tingkat berkembang yang dilakukan saat ini bagian dari realisasi program kerja Dinas Pariwitasa Konawe Utara dalam melibatkan peran serta masyarakat terhadap pengelolaan pariwisata di Desa Labengki. Masyarakat perlu ditingkatkan kapasitasnya bagaimana mengelola homestay standar wisata di tingkat desa agar lebih maksimal pelayanannya sehingga kenyamanan dan kepuasan tamu atau wisatawan yang datang disini terpenuhi sesuai harapan mereka,” ungkap Lisa Fauziah, ST Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Konawe Utara.

Hadir sebagai narasumber Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS. dan Rince Tambunan, SE., MM, akademisi STIE 66 tersebut memotivasi masyarakat Desa Labengki untuk antusias menyambut peluang bisnis jasa pariwisata di desa mereka.

“Nama Labenki yang sudah dikenal luas adalah modal besar bagi masyarakat disini untuk menangkap peluang bisnis. Orang akan ramai berbondong-bondong datang disini membuang uang mereka demi mendapatkan kepuasan yang tidak dirasakan di tempat lain, sehingga Labengki harus memiliki keunggunalan yang spesifik, tidak hanya daya tarik alam dan sosial budaya, namun pulang dari sini ada bisa dibawa pulang, ada yang bisa di beli, ada cerita kepuasan tersendiri paska mengunjungi Labengki untuk dijual ke orang lain yang belum pernah datang, agar tertarik mengunjungi Labengki. Masyarakat harus punya keterampilan, sikap dan pengetahuan dalam memasarkan jasa pariwisata, kreatif menciptakan produk yang bisa dijual untuk ole-ole,” ungkap Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS dosen STIE 66 yang juga Ketua Forum UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Janji Jangan Tinggal Janji, Mantan Tim HBK-LBK Desak Perhatian Serius Untuk Rakyat Biringbulu

Dari sisi kapasistas sumber daya manusia masyarakat Labengki harus terus didorong untuk menyeimbangi lonjakan wisatawan dan standar pelayanan.

“Kualitas sumber daya manusia terhadap standar pelayanan jasa pariwisata sangat mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung kembali,” ucapnya.

“Bukan hanya pelayanan didalam homestay berupa menyiapkan sarana kamar dan tempat istirahat, namun attitude atau tingkah laku masyarakat juga menjadi perhatian wisatawan, contoh kecil memberi salam dan senyuman kepada tamu memberi kesan positif, meskipun tamu tersebut tidak menginap di homestay kita, sebab keramahtamahan penduduk yang lebih dulu menyapa dan memberi senyum itu berkesan, karena tamu tidak tinggal dikamar alias datang kesini bukan untuk tidur-tiduran, melainkan akan berkeliling seharian, nanti malam atau saat membutuhkan istirahat barulah kembali ke homestay,” urai Rince Tambunan, SE. ,MM

Sementara itu Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Labengki Harudi, menyampaikan kendala bagi kurang lebih 28 homestay di desanya termasuk masalah masyarakat desa umumnya adalah pengelolaan sampah yang belum tuntas disebabkan masih minimnya pengetahuan masyarakat desa terhadap penanganan sampah. Namun upaya menggerakkan kurang lebih 200 Kepala Keluarga Desa Labengki untuk melakukan kerja bakti rutin sudah dilakukan.

“Ini masalah kebersihan paling berpengaruh, sudah kami ingatkan masyarakat untuk jaga kebersihan, sampah-sampah diperhatikan, namun kendalanya belum ada tempat pembuangan akhir dan cara mengatasi sampah itu hanya dikumpul saja disudut-sudut rumah, kalau terhambur dipungut lagi, kita sudah ada agenda rutin kerja bakti,” ungkap Harudi Ketua BPD Labengki dua periode.

Kadis Pariwisata Konawe Utara merespon keluhan pembuangan akhir sampah, agar pemerintah setempat melakukan kesepakatan bersama warga dan pembebasan lahan untuk nantinya dibuatkan tempat pembuangan akhir.

“Kita respon terkait permasalahan sampah, silahkan pemerintah setempat siapkan lahan, kita atensi ini, karena persoalan sampaj ini juga mempengaruhi pariwisata yang ada,” urai Ir. Riyas Aritman, SP, M.Si Kadis Pariwisata Kabupaten Konawe Utara.

DEL.

Tanggapi Berita Ini