faktual.net, Kendari, Sultra. Dalam rangka mendukung kemandirian energi nasional, tiga dosen Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo sedang mengembangkan penelitian terhadap limbah biomassa yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar guna dijadikan bahan bakar alternatif.
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST., MT, beranggotakan Raden Rinova Sisworo, ST., M.Sc, Ph.D dan Luther Pagiling, ST., MT.
Dipenelitian tersebut, perbaikan kualitas energi biomassa dilakukan dengan proses Torefaksi menggunakan pemanas Microwave sebagai sumber energinya. Torefaksi Biomassa adalah proses pemanasan biomassa pada temperatur antara 200 °C-300 °C tanpa melibatkan udara.
Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST.,MT kepada faktual,net menjelaskan bahwa penelitiannya dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas bahan bakar biomassa yang memiliki beberapa kelemahan seperti nilai kalornya rendah, kandungan air besar, mudah menyerap air sehingga terjadi pembusukan dan bentuknya yang tidak beraturan.
“Dengan keterbatasan ini maka secara umum biomassa susah digunakan sebagai bahan bakar. Oleh karena itulah dilakukan perlakuan panas untuk mengatasi kelemahan tersebut yakni proses torefaksi biomassa”, ucapnya.
Dosen tetap Teknik Mesin UHO tersebut menyebut salah satu luaran penting dari penelitiannya adalah adanya modul pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dapat digunakan sebagai buku ajar bagi mahasiswa jurusan teknik mesin.
“Luaran lainnya berupa publikasi nasional dan internasional serta publikasi lainnya seperti berita online dan youtube” sebutnya lagi pada Rabu, 19 Oktober 2022.
Lukas mengatakan bahwa biomassa yang telah di Torefaksi sangat potensial menjadi bahan bakar substitusi batu bara untuk pembakaran di ketel-ketel pembangkit listrik.
“Dengan proses Torefaksi ini, kualitas energi biomassa meningkat sekitar 25%-45%, mendekati batu bara kualitas batu bara kelas lignite sehingga produk Torefaksi dapat mendukung kemandirian energi nasional”, tegasnya.

Penelitian ini melibatkan lima orang mahasiswa Fakultas Teknik (baca: Teknik Mesin). Yakni: Elodi Triogo, Arianto Malaa, Qifli Grace Alfioni, Laode Nuruddin dan Abdul Rahmansyah.
Para mahasiswa mengembangkan penelitian dengan memodifikasi sumber panas, media torefaksi dan laju aliran gas nitrogen dalam reaktor pemanas. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempelajari faktor lain yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas energi biomassa.
Elodi menjelaskan bahwa media udara menjadi media alternatif pengganti nitrogen yang mahal untuk melakukan Torefaksi Microwave untuk biomassa.
“Penelitian ini sangat menarik dan mudah dilakukan untuk meningkatkan nilai kalor biomassa,” ujar Arianto yang mengaku senang karena dapat belajar dan meneliti bersama dosen berpengalaman.

Hal yang sama juga disampaikan La Ode Nuruddin dan Abdul Rahmansyah bahwa mereka sangat tertarik dalam penelitian tersebut karena mendapatkan pelajaran dan pengalaman meneliti yang sangat baik sehingga menjadi modal untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Para mahasiswa juga membuat video yang berisikan penjelasan Torefaksi Biomassa dan manfaatnya bagi kebutuhan energi masa depan.
“Melalui video tersebut masyarakat mendapatkan pengetahuan dasar pentingnya memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi polusi lingkungan dan emisi gas rumah kaca”, kata Nuruddin.
Informasi yang diperoleh media, penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP) bekerja sama dengan Dirjen Sumber Daya Kemendikbudristek tahun 2021.
Catatan : Biomassa merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada dilingkungan sekitar kita. Selain itu Biomassa juga merupakan solusi bagi permasalahan energi dimasa depan, sebab Biomassa akan selalu tersedia dan sifatnya sebagai bahan bakar alternatif, sebagai energi baru dan terbarukan.
Redaksi/Aco RI
















