Seleksi PPDB Tingkat SMAN Dan Swasta Balige, Viral Di Medsos

faktual.net, Jakarta/Toba – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun 2024 di Toba dilaksanakan secara online, pendaftaran tahap II melalui jalur zonasi atau jarak banyak disanggah, hingga banyak siswa/siswi yang hilang kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang SMA Negeri, karena kapasitas daya tampung yang belum memadai.

Seleksi PPDB yang ketat dan transparan sangat menghambat untuk masuk sekolah Negeri bahkan juga sekolah Swasta.Panitia melakukan verifikasi Kartu keluarga (KK) yang digunakkan oleh calon peserta didik.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sumatera Utara untuk wilayah Kabupaten Toba dan Samosir John Suhartono Purba dalam responnya melaui Phonselnya menjelaskan, bahwa daya tampung untuk siswa SMP yang ingin melanjutkan ke tingkat SMA terlebih Sekolah Negeri melalui zonasi wilayah Sudah Tertampung karena kapasitas bangku yang tidak sesuai dengan Peserta PPDB.

Baca Juga :  Wakili Pj Gubernur, Sekda Sultra Terima Kunjungan Direktur Kerjasama HAM Direktorat Jenderal HAM

“Memang untuk peserta didik yang mendaftarkan diri untuk tingkat SMA Negeri sangat tinggi dibandingkan dengan SMK Negeri, kemungkinan karena Jurusan yang melanjutkan ke Tingkat akademis,” Ucap John Purba.

Beliau juga menambahkan, banyaknya siswa/siswi yang belum dapat melanjut ke SMA Negeri 1 dan 2 Balige melalui Tahap Zonasi karena Pendaftarannya tidak melalui Prosedur yang benar atau tidak sesuai dengan Juknis.

“Banyak siswa/siswi kemungkinan agar dapat lolos saat seleksi tahap zonasi pindah tempat saat mendaftarkan diri, tidak sesuai dengan Tempat Tinggal sesungguhnya,” Ucapnya

John Suhartono Purba mengatakan, bahwa PPDB tahun 2024 mengikuti Juknis Permendikbud RI No 1 tahun 2021 tentang penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang menerapkan sistem jalur zonasi dan afirmasi dalam rekruitmen siswa/siswi baru tingkat SMA/SMK Negeri.

Baca Juga :  Ciptakan Budaya Literasi bagi Anak-Anak Sekolah dalam Songsong Abad Keterampilan

“Saat siswa/siswi selesai mendaftarkan diri melalui online tahap zonasi dan mendapatkan panggil untuk pemberkasan, baru terlihat ketidaksesuaiannya yaitu melalui kartu keluarga,”John Suhartono Purba mengakhiri penjelasan.(zul)

Tanggapi Berita Ini