oleh

PT. SINAR MARDAGUL, JANGAN BOHONG, JANGAN KORUPSI, ADA LAPORAN DI KEJAGUNG RI


Faktual. Net, Jakarta – PT. Sinar Mardagul dilaporkan Lsm GMBI Ke Jampidsus (Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus)  Kejaksaan RI,  Kamis (13/1), yang mengerjakan proyek pembangunan dan peningkatan kontruksi waduk sunter selatan sisi  timur Jakarta utara, di Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019 dengan Anggaran  Rp. 46.802.024.403,00.

Juru bicara dari Lsm GMBI menjelaskan kepada Faktual. Net, kamis (13/1) dikantor Kejagung RI,  kehadiran mereka untuk memberikan informasi atau laporan hasil investigasi terkait dugaan “KKN” serta hasil kerja PT. Sinar Mardagul di Dinas SDA DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019, beserta dugaan kinerja dari Jajaran Sudin SDA Jaktim.

Dinas SDA DKI Jakarta memberikan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PT. Sinar Mardagul, mulai kerja Tanggal 23 Agustus 2019 sampai Selesai Tanggal 15 Desember 2019, tetapi pelaksanaan tidak selesai, tandasnya. 

Dan Dinas SDA DKI Jakarta memberikan perpanjangan waktu sampai Tanggal 03 Februari 2020 tetapi tetap juga tidak selesai, tambahnya. 

Jubir lsm GMBI memaparkan,  Dinas SDA DKI Jakarta yang saat itu dipimpin Ir.  Juaini dan saat ini menjabat wakil wali kota Kota Administrasi Jakarta Utara,  dan PT. Sinar Mardagul, diingatkan bahwa tanggung jawab tersebut, harus mentaati isi dari KAK (ketangka acuan kerja), seperti
Pasal 1 Pekerjaan Tanah
Pasal 2 Pekerjaan Beton
Pasal 3 Pekerjaan Tiang Pancang
Pasal 4 Pekerjaan Paving Block
Pasal 5 Pekerjaan Tanaman
Pasal 6 Pekerjaan Lain – Lain.

Jubir Lsm GMBI menambahkan, pemotongan serahterima diduga tidak sesuai BILL OF QUANTITY dan
Hasil Temuan Dalam Proses  7 %  dari Rp. 44.095.002.000,00  = (menjadi)  Rp.3.086.650.140,00.

Jubir Lsm GMBI melanjutkan, adapun yang belum selesai dikerjakan, adalah 
Denda Hari Kerja Rp. 44.095.002.000,00 x 1/1000 = Rp. 44.095.002,00 /Hari dan 
Keterlambatan Hari Kerja = 53 Hari Kerja x Rp. 44.095.002,00 = Rp. 2.337.035.106,00, Maka Pemotongan Denda:  Rp. 2.337.035.106,00. Maka dapat disimpulkan diduga Total Jumlah Kerugian Negara Sebesar : Rp. 3.086.650140,00 + Rp. 2.337.035.106,00 = Rp. 5.423.685.246,00 

Ilustrasi insiden alat berat pejerjaan danau sunter

“dari perhitungan kami, maka kami berasumsi ada dugaan kerugian negara Rp. 3.086.650.140,00 ditambah dengan denda keterlambatan  Rp. 2.337.035.106.00 total Rp. 5.432.685.246.00 ( Lima Milliard, Empat Ratus Dua Puluh Tiga Juta, Enam Ratus Delapan  Puluh Lima Ribu, Dua Ratus Empat Puluh Enam Ribu, koma Nol-Nol Rupiah)” Jubir Lsm GMBI mengakhiri. (zul).

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :