Nasihat Perpisahan Dengan Bulan Ramadhan

80

Faktual.Net. Tidak terasa sebentar lagi Ramadhan 1439 H akan pergi meninggalkan kita. Sebelum dan setelah kita berpisah dengan bulan yang sangat agung ini, maka hendaknya kita perhatikan beberapa perkara berikut ini:

1. Hendaknya Memperbanyak Berdo’a Kepada Allah

Dahulu para as-salaf senantiasa mempergunakan enam bulan setelah Ramadhan untuk berdo’a agar amalan-amalannya yang dilakukan di bulan Ramadhan diterima oleh Allah.
Sangat mengerikan dan menyedihkan apabila kita sudah menahan lapar dan haus di siang hari Ramadhan, berdiri (shalat) di malam harinya, berinfak, bersedekah, membaca Al-Qur’an dan amalan-amalan lainnya, namun semua itu tidak diterima oleh Allah. Mungkin karena tidak ikhlas atau karena tidak sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ibnu Rajab rahimahullah dalam _Lathaaif Al-Ma’arif_ meyebutkan:

قال بعض السلف كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم شهر رمضان ثم يدعون الله ستة أشهر أن يتقبله منهممنهم

“Sebagian as-salaf berkata: ‘dahulu mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah enam bulan (sebelum Ramadhan) agar mereka disampaikan pada bulan Ramadhan, kemudian mereka berdo’a enam bulan (setelahnya) agar diterima dari mereka.”

Baca Juga :  Ada Apa? Sekumpulan orang Tua Semangat Ikuti Syiar Islam Di Bontolempangan

Maka perbanyaklah berdo’a kepada Allah, khususnya di waktu-waktu mustajabah. Dan yakinlah bahwa Allah akan memperkenankan do’a orang-orang yang berdo’a kepadanya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِي اسۡتَجِبۡ لَكۡمۡلَكۡمۡ

“Dan Rabb-mu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya aku akan perkenankan bagimu….”(QS. Ghafir ayat 60).

2. Jangan Mengungkit-Ungkit Amalan Yang Telah Kita Kerjakan

Mengungkit-ungkit amalan yang telah dilakukan termasuk perkara yang bisa menggugurkan amalan tersebut. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهاالذِيۡنَ اٰمَنُوا لاَ تُبۡطِلُوا صَدَقٰتِكُمۡ بِالۡمَنِّ وَالۡاذٰی

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah engkau merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)…”(QS. 264).

Orang yang ikhlas adalah orang yang berusaha menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekan-kejelekannya.

3. Terus Pertahankan Amalan Hingga Datang Kematian

Tidak ada kata istirahat dalam beramal. Setelah kita selesai melakukan puasa Ramadhan, maka kita dinantikan oleh puasa enam hari di bulan Syawal, puasa senin kamis, puasa tiga hari di setiap bulannya. Demikian pula ibadah-ibadah yang lainnya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

Baca Juga :  250.000 Jemaat Memadati GBK Hadiri Natal Tiberias 2019

وَاعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّی يَأۡتِيَكَ الۡيَقِنُالۡيَقِنُ

“Dan sembahlah Rabb-mu sampai yang diyakini (ajal) datang kepadamu”.(QS. Al-Hijr ayat 99).

فَإذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡ. وَإلَی رَبِّكَ فَارۡغَبۡ

“Maka apabila engkau telah selesai dari (suatu urusan), maka kerjakanlah urusan yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mulah engkau berharap”.(QS. Asy-Syarh ayat 7-8).

Setelah Ramadhan berlalu, maka segera melakukan ibadah yang lain dan salah satunya adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنۡ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتۡبَعَهُ سِتًا مِنۡ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهۡرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia ikuti dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti puasa satu tahun”.(HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmizi dan Ibnu Majah).

Wallahu a’lam.

Sumber : Ust. Anshari MA hafizhahullah

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :