
Faktual.net.Bima, Masa aksi Laskar Tani Donggo-Soromandi terpaksa menerobos gerbang pintu utama kantor Bupati Bima, hingga gerbang berbahan besi ukuran besar itu nyaris roboh, selasa (12/6/20).
Hal itu dilakukan sebagai luapan kekecewaan mereka karena Bupati Bima, H. Indah Dhamayanti Putri tidak responsif sejumlah tuntutan masa aksi.

Tiga diantara tuntutan mereka mendesak pemerintah Kabupaten Bima untuk membentuk peraturan daerah yang melindungi dan memberikan standar harga Jagung, Mendesak Pemda Kabupaten Bima dan Provinsi NTB untuk mengontrol perusahaan menetapkan harga jagung, minimal Rp.3.700 sampai 4000 per kg, berdasarkan ketentuan Permendag dan menuntut Pemda Bima menghadirkan beberapa titik Gudang pembelian Jagung termasuk di Kecamatan Donggo dan Soromandi.
Koordinator Umum, Kur’an Kritiz menegaskan jika tuntunan tidak direspon oleh pemerintah setempat, maka ia akan kembali hadir dengan gelombang masa yang lebih banyak lagi.
“Perjuangan belum berakhir, ingat pergerakan kami akan terus berlanjut sebelum tuntutan kami di realisasikan,” teriak kur’an kritiz.
Pantauan di lokasi, tampak sejumlah masa aksi membawa keranda mayat dan sejumlah poster bertulis narasi mengutuk ketidakadilan perintah kabupaten bima, karena tidak mampu mensejahterakan petani dengan menstabilkan harga jagung, sesuai standar ketentuan nasional.
Tiga diantara poster tersebut bertuliskan, anak petani menangis di negeri agraris, katanya lobi politik kok harga jagung rendah dan hentikan pembodohan orang tua kami.
Reporter : Juliadin














