oleh

Moronene Coffee, Kopi Robusta Pegunungan Bombana

-Ekobis, Opini-121 views

Faktual.Net, Jakarta

Oleh Erwin Usman (PENA 98)

Tiga bungkus kopi Robusta masing-masing berbobot 175 gram dalam satu paket tiba di rumah kami. Selang 10 menit pasca kumandang azan sholat Ashar sore ini. Dikirim dari Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Pengirimnya: Abdi Mahatma. Eks Jurnalis senior di Kendari. Dia lama mengabdi di harian Kendari Pos. Kini, dia menjabat Komisioner KPUD Bombana. Dia penulis yang keren nan produktif di beranda Facebooknya.

Tulisannya minggu lalu tentang pebulutangkis peraih emas Olimpiade Tokyo Apriani Rahayu – teman duet Gresya Polii – diganjar lebih dari 6.000 like dan 3.000 share (Baca: Bintang dari Konawe, Benderang di Tokyo). Ini sesuatu yang sulit dicapai oleh penulis biasa. Apalagi yang menulis iseng-iseng semacam saya.

Ups, nama kopinya: Moronene Coffee.

Segelas Seduhan Moronene Coffee

Jadi, cerita tentang kopi ini, bermula dari urusan sepak bola. Piala Eropa 2020, yang digelar tahun 2021. Di partaii final mempertemukan tim Inggris dan Italia. Pertandingannya digelar pada Senin (12/7/2021) dini hari.

Pada malam jelang laga itu, Abdi memposting soal dukungannya ke tim the Three Lions Inggris. Sebaliknya, saya membubuhi di kolom komentar mendukung tim Gli Azzuri Italia. Abdi lalu berujar: “Bang, saya berutang kopi Moronene bila Inggris nanti kalah.” Saya merespon: “Asyiik…”. Kemudian sudah kita ketahui, Italia menang menjadi juara Eropa dengan skor 3 : 2.

Ternyata postingan bercampur candaan itu, ditepati Abdi. Dia mengirim pesan Whatsapp dua hari lalu. Meminta alamat pengiriman. Saya pun mengirimkannya. Dan sore ini, kopi itu telah tiba. Senangnya.

DI SITUS jual beli online dan IG official-nya (@moronene_coffee) disebutkan: Moronene Coffee adalah original kopi dari pegunungan Bombana. Diolah secara higienis dan menggunakan alat roasting profesional. Rasanya yang khas, bisa membuat Anda ketagihan. Hah?

Untuk membuktikan rasanya mesti dicoba. Lalu saya menyeduhnya. Aha … rasanya memang mantap. Aroma kopinya harum, ada semacam aroma manis buah-buahan dan kacang-kacangan. Rasanya kuat – khas kopi Robusta.

Saya lantas terbayang sentuhan lembut tangan petani kopi di lembah pegunungan Bombana. Yang merawat pohon kopi hingga panen dengan penuh kasih sayang. Rasa kasih yang diwariskan oleh petani Eutopia di benua Afrika yang menemukan kopi untuk pertama kalinya pada 3.000 tahun (1.000 SM) yang lalu.

Bro Abdi, terima kasih atas kopinya. Jum’at berkah. Stok kopi ini cukuplah untuk sebulan.

#moronenecoffee #dukungukmmaju

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :