oleh

Diduga Menambang Sendiri Untuk Material Jembatan Munte, Pelaksana: Adaji Jawabanku Depan Penyidik

faktual.net, Jeneponto, Sulsel- Pelaksana rekontruksi jembatan munte boleh di kategorikan orang yang kebal hukum atau diduga ada main mata dengan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) Rabu, (05/10/22)

Saat ditanya oleh Ketua LPK-Selawesi Selatan persoalan dugaan menambang sendiri untuk material jembatan, ia justru menganggap biasa menambang sendiri untuk di gunakan material Rekontruksi pengerjaan jembatan yang di duga ilegal.

Pelaksana jembatan munte diduga Labrak Pasal 158 UU Minerba menyatakan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5). Ancaman hukumannya sangat jelas.

Kemudian Ketua LPK Sulawesi Selatan Hasan Anwar menanggapi pernyataan pelaksana rekontruksi jembatan munte yang tidak asing namanya TAKKO diduga mafia tambang ilegal,

‘Ia sudah tepat penilaian tim LPK Sul-Sel bahwa asumsi-asumsi publik sudah jadi kenyataan, karna tambang di sinyalir ilegal masih saja bisa pertanggung jawabankan depan penyidik (APH) ujar Hasan Anwar,

Penjelasan pelaksana Takko melalui Whatsappnya, Kalau masalah tambang bukanji kali ini saya di hantam, tapi adaji jawabanku Kalau di depan penyidik,
dan sidah banyak jembatan Saya kerja di Jeneponto, ucap takko.

 

Reporter: Pupung

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :